Kesalahan yang Biasanya Terjadi dalam Pengelolaan Toko Online

Ketika seseorang hendak memulai bisnis, tidak sedikit yang akhirnya memilih untuk menggunakan jasa website toko online untuk menjual barang yang dimiliki. Saat ini banyak e-commerce yang menyediakan bisnis dengan sistem B2C ataupun C2C yang memungkinkan para penjual menawarkan barangnya tanpa harus menggunakan toko online sendiri. Akan tetapi, jika menggunakan toko online sendiri, terdapat banyak keuntungan namun Anda juga harus selalu mengelolanya.

Walaupun Anda menggunakan jasa pembuatan website toko online yang terpercaya dan berkemampuan tinggi, akan tetapi jika Anda tidak dapat melakukan pengelolaan, penurunan pengunjung dapat terjadi dan membuat Anda memiliki penghasilan yang lebih sedikit dibandingkan biasanya. Kesalahan pertama yang sering dilakukan adalah Anda tidak fokus dalam mengelolanya. Beberapa faktor seperti banyak masalah, banyak barang yang dijual serta banyaknya toko online yang dimiliki dapat menjadi alasan pengelolaan kurang maksimal. Jika Anda tidak dapat fokus, maka penerapan strategi Anda juga akan salah.

Jika tidak fokus dapat membuat Anda salah dalam melaksanakan strategi, berbeda halnya jika Anda sama sekali tidak memiliki strategi. Tanpa adanya strategi dan terlalu santai akan membuat Anda kalah dengan pesaing Anda baik dari toko online yang telah Anda sebelumnya ataupun dari toko online yang baru. Strategi tersebut dapat berupa penggunaan SEO ataupun promosi dengan menggunakan media iklan baik yang gratis ataupun yang berbayar.

Kesalahan lainnya yang biasanya dilakukan oleh pengelola online shop setelah menggunakan jasa website toko online untuk membuat situs e-commerce yang sesuai dengan keinginan Anda, yaitu:

  • Tidak melakukan update dengan konstan. Kesalahan tersebut banyak dilakukan oleh para pebisnis pemula yang memiliki jumlah produk yang terbatas. Karena tidak adanya produk baru, pebisnis pemula cenderung hanya menampilkan produk yang dimiliki. Padahal cara tersebut dapat menurunkan minat dari pembeli karena tidak adanya produk baru yang dapat dipilih.
  • Anda memiliki produk yang kurang banyak atau bahkan terlalu banyak. Pemilihan jenis produk yang dijual harus Anda sesuaikan dengan kemampuan management Anda. jika Anda merupakan tipe orang yang tidak dapat melakukan multitasking, sebaiknya Anda menjual maksimal 3 jenis produk.

Leave a Reply