Dampak Negatif Sering Menggunakan Kacamata VR

Popularitas gadget yang semakin kesini kian terus meningkat, menjadikan teknologi Virtual Reality pada kacamata VR di tahun 2017 ini pun semakin digandrungi juga oleh pada pengguna perangkat pintar gadget maupun smartphone dan sejenisnya. Tahun 2017 ini rasanya kacamata VR sudah bukan lagi perangkat yang asing untuk kita. Memang memakainya sangat seru. Hanya saja sayangnya dibalik kegunaan kacamata VR yang seru, terlalu sering menggunakan alat berteknologi canggih ini juga mempunyai dampak yang negatif.

Virtual Reality adalah teknologi yang dikembangkan supaya dapat berinteraksi sebuah sebuah lingkungan yang disimulasikan oleh komputer. Alat yang dipakai ialah berupa headgear yang bentuknya mirip dengan kacamata dan tersambung dengan perangkat komputer. Namun sekarang ini virtual reality telah berkembang dengan berupa headgear yang menjadikan smartphone sebagai platform atau layarnya. Menariknya, di tahun 2017 ini semakin banyak masyarakat yang menyukainya. Dalam perkembangan yang terjadi juga bermunculan aneka ragam fitur tambahan yang membuat penggunaan kacamata VR pun semakin menarik. Contohnya seperti sensor yang mendeteksi pergerakan mata serta treadmills yang khusus dipakai guna mendetekni pergeraan dari pemakainya, sehingga pemakaianya bisa bergerak dengan bebas di dunia virtual. Selain itu juga terdapat berbagai inovasi-inovasi lainnya yang menarik.

Adanya perkembangan yang terjadi dalam dunia virtual reality, menjadikan kini pun kacamata VR tak hanya sekedar digunakan untuk menonton film maupun video 3D saja. Namun juga digunakan untuk bermain game, lalu digunakan untuk foto 360, sampai dengan menelusuri dunia dengan Google Earth. Hanya saja dibalik keseruan itu, menggunakan kacamata VR terlalu sering akan memberikan dampak yang negatif. Berikut ini beberapa diantaranya dampak negatif yang bisa terjadi :

  1. Mengganggu kesehatan mata. Seperti yang diketahui bahwa layar smartphone punya radiasi yang cukup besar dan apabila dilihat terlalu sering ataupun penggunaan terlalu lama, termasuk menggunakan kacamata VR dapat mengganggu kesehatan mata.
  2. Beresiko munculnya gangguan yang disebutnya Cybersickness. Gangguan tersebut terjadi akibat pemakaian smartphone maupun gadget dan sejenisnya yang terlalu berlebih. Beberapa gejala dari gangguan kesehatan tersebut adalah mual, dan pusing. Penyakit tersebut terjadi ketika pengguna smartphone melihat pergerakan layar akan tetapi pergerakan tersebut tidak dirasakan, seperti yang terjadi saat bermain game ataupun menonton video maupun film 3 dimensi dengan menggunakan kacamata VR. Menurut ahli, semakin realistis tampilan gambar, maka semakin besar resiko terjadinya penyakit Cybersickness tersebut.
  3. Terlalu banyak menghabiskan waktu untuk smartphone, sehingga lupa dengan kepentingan lain yang lebih berguna.
  4. Kadang kala pengguna masih merasakan sensasi dunia virtual setelah menggunakan kacamata VR meskipun dalam kondisi kacamata sudah dilepas.

Itulah beberapa dampak yang kurang baik yang bisa terjadi apabila terlalu sering ataupun terlalu lama menggunakan smartphone bersama kacamata virtual reality. Manfaatkan dengan lebih baik, yang secukupnya saja, supaya tidak memberikan dampak yang negatif.

Leave a Reply